Tempat Diving Labuhan Bajo

Pulau Sebayur

Alam bawah laut wilayah timur Indonesia memang dikenal masih belum tercemar sehingga biota laut baik flora maupun faunanya masih hidup alamiah di habitatnya. Flores merupakan wilayah Indonesia Timur yang lebih mudah dijangkau karena berdekatan dengan wilayah Indonesia Tengah, yaitu Sumbawa. Popularitas Kekayaan dan keindahan bawah laut Flores pun semakin meningkat seiring dengan naiknya jumlah wisatawan yang datang ke Flores untuk pergi ke P. Komodo.

Selain untuk eksplorasi melihat hewan purba tersebut, pastinya para wisatawan datang untuk menikmati kaya nya flora dan fauna di sekitar Laut Flores. Di beberapa pulau kecil yang ada di sekitar Labuan Bajo kini sebagian sudah dibuka untuk umum sebagai resort yang jumlah kamarnya kurang dari 20 rata-rata per pulau sehingga keeksklusivitasan dan privacy setiap pengunjung yang datang akan sangat terjaga. Sebagian pulau tersebut ada yang khusus mensegmentasikan target marketnya khusus untuk para penyelam yang biasanya membutuhkan tempat bersinggah dalam menjelajahi bawah laut di sekitar wilayah Taman Nasional Komodo yang biasa dilakukan berhari-hari. Salah satu di antaranya adalah Pulau Sebayur yang memang sudah mengkategorikan resort di pulaunya sebagai Dive Club yang sudah berlisensi PADI. Satu-satunya resort yang terdapat di Pulau Sebayur ini bernama Komodo Resort Dive Clubs yang dibangun oleh orang Italia. Terletak dekat dengan Pulau Rinca yang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju sana, sedangkan dari Labuan Bajo perjalanan dengan kapal membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Selain di Pulau Bidadari, Pulau Sebayur juga menawarkan pelayanan maksimal serta fasilitas yang lengkap untuk para divers. Target pengunjung yang menginap di sini adalah siapa yang mengambil paket menyelam di Dive Clubs Sebayur ini. Jika dilihat dari panorama sekitar pulau, memang masih kalah dibandingkan dengan panorama yang dimiliki resort-resort di pulau lain karena keadaan pulau terbilang cukup gersang dan kurang asri pemandangan bukitnya.

Akan tetapi sebenarnya memang bukan panorama atas pulau yang diutamakan, sebagai pusat singgah para penyelam lokasi Sebayur sendiri terletak sangat dekat dengan beberapa titik diving yang terkenal indah di sekitar Laut Flores. Letak di mana ada Batu Bolong, Castle Rock, Crystal Rocks, dan lain-lain jaraknya hanya beberapa menit dari pulau yang membuat waktu perjalanan menuju spot dive lebih cepat sehingga waktu diving akan jauh lebih efektif dan tidak terbuang karena lamanya perjalanan. Arsitektur yang tersaji untuk penginapan di Komodo Resortmerupakan percampuran modern barat dan tradisional NTT dilihat dari desain exterior kamar yang berbentuk cottage ala rumah tradisional NTT namun dikemas secara modern. Interior kamarnya pun sangat modern mirip seperti hotel-hotel di kota yang berbintang. Jumlah kamarnya pun kurang lebih 10 dengan ada rencana penambahan sebanyak 4 buah lagi karena meningkatnya permintaan konsumen.

Walaupun gersang, pulau ini juga tetap terlihat sangat alami dari kejernihan air lautnya yang benar-benar seperti transparan karena mudah sekali melihat hewan berlalu-lalang didampingi dengan pasir pantainya yang putih dan halus. Untuk menginap di Komodo Resort ini, wisatawan harus mengambil paket sekaligus dengan divingnya. Bisa dikatakan, ambil paket diving bonus akomodasi selama minimal 3 malam.

Karena target marketnya yang merupaka para divers, jarang sekali memang wisatawan umum khususnya domestik yang singgah ke pulau ini. Apalagi memang sebagian besar divers yang datang merupakan warga asing yang jauh lebih memiliki ketertarikan akan olahraga ini dibanding dengan orang Indonesia sendiri yang masih baru tahu tentang olahraga diving ini. Untuk harga paket diving sekaligus resort dikenakan biaya 130-165 Euro per malamnya dengan ketentuan minimal menginap selama 3 malam.

Secara otomatis kita akan mendapatkan makan, akomodasilain (boat), full peralatan diving dan jatah 2x diving per harinya. Saat peak season Desember-Januari dan Juli-September harga akan dinaikkan sebesar 20 Euro/malamnya. Untuk mengikuti program divingnya saja di sini biasanya bertarif sekitar rata-rata 45-55 Euro/ hari nya untuk 2 spot tidak termasuk biaya sewa untuk peralatan yang biasanya tarif sewanya berkisar 3-8 Euro/ item atau bila menyewa full peralatannya biaya lebih murah yaitu sekitar 25 Euro.

Bila Anda merasa masih ragu untuk terjun sendiri menyelam disediakan juga jasa private guide selama menyelam yang bertarif 40 Euro. Belum lagi ada lagi permintaan untuk diving di spot-spot indah di sekitar Taman Nasional Komodo seperti Batu Bolong, dll yang tarifnya 2x lipat dari biaya diving di sekitaran P. Sebayur yaitu berkisar mulai dari 90-150 Euro (sudah termasuk full service transportasi, peralatan, konsumsi). Melihat beragamnya tarif yang ditawarkan dengan berbagai macam pelayanan diving maka sebagian besar tamu yang datang ke Sebayur Island lebih memilih paket resort dan divingnya yang jatuhnya lebih murah dan juga lebih puas, sebab banyak di antara wisatawan yang tinggal di Sebayur lebih dari 2 minggu karena sudah jatuh cinta untuk mengeksplor bawah laut Taman Nasional Komodo.

Fasilitas serta pelayanan lain yang ada di Komodo Resort antara lain restoran makanan yang menyajikan masakan Indonesia atau Italia, rental peralatan snorkeling dan canoe, layanan antar jemput bagi para tamu dari dan menuju P. Sebayur-Labuan Bajo. Melihat kelengkapan layanan untuk para penyelam yang ingin mengeksplor keindahan bawah laut Taman Nasional Komodo, pastinya Pulau Sebayur menjadi pilihan utama bagi mereka untuk tinggal.

Taman Laut Selat Pantar di Pulau Bidadari

Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar di Alor, Nusa Tenggara Timur sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo di NTT, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar yang terletak di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia. Banyak wisatawan asing yang pernah ke Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.

Taman Laut Olele di Pulau Bidadari

Tempat Diving Taman Laut Olele

Pantai Olele yang berpasir putih sangat dekat dengan permukiman warga. Tapi jarak yang dekat tersebut tidak membuat perairan di sekitarnya tercemar. Airnya masih memiliki visibility yang bagus, terumbu karangnya pun masih padat dan terjaga dengan baik. Ini membuktikan bahwa warga sekitar masih peduli dan mengerti begitu berpotensinya kekayaan yang ada di daerah mereka.

Karang yang warna-warni dengan bentuk yang beragam akan menyambut siapapun yang mencoba menceburkan diri ke perairan Taman Laut Olele. Di kedalaman dua meter, hamparan koral sudah bisa terlihat dengan jelas. Tempat ini sangat cocok untuk bersnorkeling, ditambah lagi perairan disini cukup tenang karena berada di sebuah teluk, yakni Teluk Tomini.

Jika merasa kurang puas dengan bersnorkeling, menyelam adalah pilihan tepat saat anda bekunjung ke taman laut ini. Terdapat banyak spot penyelaman dengan karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Spot tersebut adalah Jinn Cave, Traffic CircleHoneycombdan Muck Dive, namun yang menjadi favorit para penyelam adalah Jinn Cave.

Perlu anda ketahui, di taman laut ini terdapat sponge coral endemik yang tidak dapat ditemukan di perairan manapun. Keberadaannya dicari-cari para penyelam mancanegara. Keunikannya terdapat pada motif koral yang menyerupai lukisan salah satu seniman dari Spanyol yang bernama Salvador Dali. Lukisan tersebut bernama L’enigma del Desiderio. Oleh karena itu sponge coral ini (Petrosia Lignosa) dikenal dengan sebutan Salvador Dali.

Selain itu, bagi para penyelam yang menyukai binatang kecil dan fotografi makro, di taman laut inipyn banyak dijumpai berbagai jenis nudibranch dan shrimp yang menggemaskan seperti anemone shrimpsaron shrimp, dan orangutan shrimp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *